Daya Tarik Organisasi
Ada dua tipologi organisatoris yang sering saya dengar dari beberapa tokoh dan narasumber di sejumlah pertemuan formal maupun nonformal. Pertama, organisatoris partisipan; yaitu seseorang ingin berorganisasi karena sadar bahwa ia memiliki potensi yang perlu dikembangkan dan layak terimplementasi untuk memakmurkan organisasinya. Kedua, tipe organisatoris nonpartisipan; yaitu mereka yang hanya menjadikan organisasi sebagai payung teduh dari panasnya kompetisi akademis serta tidak punya tujuan jelas dan justru menyusahkan organisasi. Di satu sisi, kita banyak menyaksikan beberapa mahasiswa produktif dari pengalamannya berorganisasi selalu menunjukkan keuletan. Di sisi lain, sebagian organisasi kemahasiswaan justru dihuni oleh mahasiswa-mahasiswa yang statusnya nyaris nonaktif. Apakah kedua tipologi tersebut berpengaruh terhadap daya tarik organisasi? *** Di awal kuliah, saya melihat beberapa lembaga keorganisasian eksternal universitas selalu dipimpin oleh mahasiswa semester nyari...