BUTON MEMILIKI PULUHAN BAHASA
Ada Tokoh Belanda ingin belajar bahasa Indonesia. Sebut saja Van Dik namanya. Dia tiba di tanah air tepatnya di pulau jawa. Sekian tahun belajar kaidah bahasa Indonesia, justru semakin aneh pikirnya. Ini disebabkan karena masyarakat jawa (orang Indonesia) tidak menggunakan bahasa seperti halnya Van Dik pelajari. Sehingga, kita tahu bahwa bahasa di Nusantara sangat beragam. Begitupun yang terjadi di Pulau Buton rekan-rekan. Justru di Buton memiliki puluhan bahasa dan ratusan dialek. Wah, bagaiamana masyarakat dahulu menguasai sekian bahasa tersebut? Mungkin jawabannya bisa Anda terima dari Ayah, Ibu, Kakek, Nenek dan sanak saudara rekan-rekan yang mampu berbicara dengan banyak bahasa. Apakah ini menyangkut kerukunan dan keharmomisan masyarakat Buton di masa lalu? Mari kita buktikan! Buton sebagai sebuah Negara, memiliki karakteristik sosial yang unik. Hasil catatan Lihgvoet pada tahun 1878, Penduduk Buton diperkirakan telah mencapai jumlah sekurang-kurangnya antara 100.000 sa...