Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2015

Sisi Lain Sopir Batak (Terpuji)

Aku malu. Sebenarnya kamu tidak setegah itu. Aku malu, ketika menyaksikan keugalan supir metro mini. Aku malu, logat bataknya dibuat sekasar mungkin tuk turunkan penumpang, mengofor mereka ke angkutan lainnya. Walau belum sampai tujuan. Aku malu sama banyak lansia di dalam angkutan, sebab Aku juga dari tanah Batak. "Membayangkan seseorang sedang menyayangkan peristiwa dalam sebuah metro mini". Memang, Anda butuh uang, dan kami butuh waktu. Kalimat itu tertempel pada cermin depan supir di sebuah metro mini (dalam bentuk stiker komersil). Seakan manusia tdk pantas lagi mendapatkan kenyamanan dan keselamatan. Sehingga, kecelakaan akibat saling ngebut di jalan raya, tak tanggung-tanggung melukai fisik bahkan mencederai ibu-ibu. Aku ingat, tatkalah kawanku memarahi supir metro mini tujuan tanah abang. " Ose kira di dalam mobil ini barang kaa? Pelan-sajaa, manusia yang Se bawa ini ". Mendengar itu, supir langsung injak rem memelankan mobilnya. Ada juga kecelakaan metro ...

Teguran Roti Berjamur

Akhirnya saya memutuskan untuk menulis saja peristiwa tadi. Sebab, batinku seakan menolak marah, padahal telah bulat tekadku untuk menyalahkan Kasir KUIN Mart dekat gerbang Madrasah Pembangunan itu. Saya akhirnya memilih menyalahkan diri daripada menuding Koperasi milik UKM UIN Jakarta tersebut yang kurang teliti. Ya, roti yang saya beli seharga Rp. 6.000 itu sudah tidak layak dikonsumsi manusia. *** Sebenarnya, sudah lama saya tidak tertarik untuk belanja di Koperasi tersebut. Selain harganya yang lebih mahal dari mini market lainnya, ia juga memiliki karyawan yang kurang ramah dibanding Koperasi yang lain. Entah ini hanya pada sudut pandang saya atau memang orang lain juga merasakan yang sama. Inilah yang saya alami selama ini, sebagai alumni UIN Jakarta. Sekitar pukul 10.00 WIB, setelah Barber memangkas dan merapikan model rambutku, saya harus menukar uang yang oleh Barber tersebut tidak punya kembalian . Tidak pantas menurutku jika uang sejumlah RP. 100.000 tersebut m...