Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2015

Buat "Untuk Pak Oman dan Pak Rektor"

Terkejut usai baca Tabloid Lpm Institut Uin Jakarta edisi XXXV, hal. 8, rubrik Opini "Untuk Pak Oman dan Pak Rektor" (mungkin maksudnya surat pembaca kali). Sangat impresif bagi saya. Meski cukup sulit mengoherensikan pesan penulis dgn realitas yang ada. Alur teks pada tulisan Rizqi Jong ini cukup berimbang secara kritis statement tentang Pak Oman dan Rektor UIN Jkt. Tidak semua mahasiswa berani melakukan sesuatu seperti yg ditulis Rizqi. Menurutnya, kurang etis apa yg disuratkan Mantan Dekan FAH secara terbuka itu. Untuk Rektor, agar lebih bijak mengambil keputusan urgent, tulis Rizqi. Saya menemukan dua point penting dari tulisan yg dimuat oleh INSTITUTE. (1) Surat terbuka Pak Oman yg tidak etis meragukan Dekan penggantinya, dan (2) Kebijakan Rektor menunjukkan krisis komunikasi yg baik sehingga Ia tdk bijak memutuskan. Jelasnya, bahwa kedua Guru Besar UIN Jakarta ini, oleh Rizqi dinilai tdk paham berkomunikasi. Nama Guru tercinta saya Gun Gun pun disebut seakan mengekspr...

Every Day is My Birhtday

Gambar
Menjelang tanggal/hari kelahiran, seseorang biasanya berhasrat merayakannya. Anak kecil berharap pada orangtuanya agar digelar pesta gembira dan mengundang anak sebayanya. Seorang jomblo memilih berbijak diri atau melakukan ritual pribadi dengan bermacam makanan lezat, sesuai kondisi saku. Pasangan muda mudi dan suami isteri, mengemas perayaan ini dengan konsep seromantis mungkin bahkan kadang penuh hujan surprises yang menyanjungkan hati. Idealnya, setiap hari adalah hari kelahiran manusia. Mengapa?                                       *** Semua ritual itu adalah ekspresi sadar bahwa ada secercah rasa bahagia di dalam diri saat berulang tahun (berkurang usia). Meski ia terkadang menyetting hidding tanggal kelahirannya di akun jejaring sosial. Namun, ia tetap akan sumringah juga, apalagi spontan ada be...