MENGAPA BARONGKO JADI FAFORIT ANDA?
Tabe manga witinaiku I
Wolio!
Siapa yang tak kenal makanan yang satu ini? Perlu Anda minta
sama Ibunda di rumah agar tiap hari dibuatkan makanan ini. Bahannya dari pisang loh!
Ya, BARONGKO namanya. Lembut dan
akrab di lidah rekan-rekan. Nggak percaya,
mari kita buktikan. Hehehee. Eiitss, Barongko bukan hanya ada di Buton, Makassar juga Anda bisa bermanja-manja dengannya.
Makanan yang dibungkus daun pisang ini rekan-rekan, biasanya
dibuat pada acara tradisional. Barongko dapat Anda nikmati pada acara Pakaroana Banua, syukuran keluarga, dll. Waaah cukup sulit ya
pembaca kalau harus menunggu moment itu? Kalau saya sih, sudah bakal minta
orang rumah buat sendiri. Hehehehee
Anda mungkin pernah mendapatkannya di pasar kuliner Pulau
Buton. Tapi, penjual-penjual makanan di Pasar Karya Nugraha belum saya dengar menyahutkan nama Barongko di tahun 2013 ini!
Kata masyarakat, Barongko tidak populer dibuat sebagai makanan hari-hari. Sayang
sekali yaa? Jika Anda tahu di mana penjual Barongko tiap hari, please
commentnya doong.
Ohya, siapa yang tak kenal Bapak yang satu ini? Beliau mantan
Wali Kota Bau-Bau yang saya tahu sangat menyukai makanan Barongko. Saya bukan
hanya berwacana loh rekan-rekan! Pada tahun 2006 sampai 2008 Masehi, Amirul
Tamim sering bersilaturahim ke Pesantren saya. Tiap kali Bapak berkacamata ini
menghadiri acara Pesantren, pasti dibuatin Barongko sebagai makanan faforitnya.
Tidak salah lagi, saya tidak ketinggalan mencicipi Barongko sebelum disirkulasi
ke tamu undangan. Hahahaa
Anda pasti kangen dengan rasa khas Barongko. Kelembutannya
merindukan saya melepas pakaian daun pisangnya sambil menatap isinya dan
menerkamnya. Imajinasi ini sulit didiwujudkan di Jakarta. Bagi Anda mungkin
bisa mendapatkannya di daerah lain, tapi rasa khas Butonnya sulit dikenal
pastinya. Bahkan, sambil memejamkan matapun Anda menghayati rasanya, Barongko
Buton tetap beda dengan jenis Barongko di daerah lain.
Bukan begitu Tolida? Taposangapo e? ^_________^


Komentar
Posting Komentar